Semangat, harta yang paling berharga ketika malas merayu dan menggoda. Namun, Sadar!jauh lebih berharga dari segalanya karena detik itu sangat berharga!
Laman
Jumat, 13 November 2015
Sabtu, 21 Maret 2015
Bidan Khayalan Beda Pelayanan
Sambil menunggu antrian aku pengen
cerita sesuatu yang menggenang dalam otak. Hari itu usia kehamilanku 7 bulan 3
minggu 2 hari. Usia kehamilan yang menakjubkan karena diusia ini perkembangan
otak janinku memasuki usia emasnya. Katanya kalau otaknya mendapatkan
rangsangan maka itu akan lebih baik lagi buat perkembangan otaknya.
Makanya ketimbang nunggu, bengong,
lirik-lirik pasien mondar mandir menunggu antrian, menikmati tangisan bayi 3
bulan yang tepat berada di sebelahku. Yang menurut data yang kudapat setelah
ngarol-ngidul sama emaknya ternyata si kecil sudah demam 2 hari ini ples batuk
dan beringus. Duh, kacian. Moga cepat sembuh dede sayang. Meskipun kenalnya
juga baru saat itu.
Oh iya. Jujur nih kayaknya aku lagi
kangen dengan profesi lama yang tertinggal. Tertinggal?
Senin, 16 Maret 2015
Makin Sakit? Makin Baik!
“Buku ini cocok buat kaula muda yang
banyak memiliki hasrat. Ingin ini itu yang begitu banyak. Tapi tak cakap kita
mengelola hasrat tersebut. Bahkan kita acapkali dikendalikan oleh si hasrat
tersebut. Sehingga kita jatuh sakit. Bagaimana cara mengendalikan hasrat tersebut?
Buku ini akan mengupasnya!” (Bachtiar Efendi, Ketua wilayah FLP SULUT)
Assalamualaikum, ASSALAAM
Alhamdulillah buku ke-6 saya telah terbit, “Makin Sakit? Makin
Baik!”. Mohon doanya agar saya bisa melahirkan banyak lagi buku-buku berikutnya.
Semua ini tentu tak lepas dari ilmu dan doa dari guru-guru tercinta. 6 tahun di
pondok dulu bukanlah waktu yang sedikit.
Jadi teringat tempat pertama yang menstimulasi jari
jemari ini menulis. Menulis apapun yang menggenang di otak dan yang menumpuk di
hati. Dari pelajaran yang kadang tertinggal karena guru yang tak masuk atau
karena derasnya kritik yang ingin sekali mengomentari. Namun apa daya?
Sabtu, 14 Maret 2015
Pasca 10 cm
Memeriksa tensi, nadi, pernafasan
hingga palpasi untuk mengetahui bagaimana kondisi janin dalam rahim adalah
sesuatu yang biasa. Itu sejak zaman dulu kerjaannya bidan. Apalagi melayani
pasien yang siap mempertaruhkan nyawanya demi si kecil, itu pun tentunya sudah
biasa. Hampir berhari-hari bahkan ada yang sampai bertahun-tahun melakoninya di
depan mata. Dan semua itu tentunya adalah hal biasa.
Saya meyakini, tak ada sesuatu atau
apapun yang terjadi di muka bumi ini terjadi secara kebetulan atau hanya fiktif
belaka. Segalanya punya maksud, tujuan, harapan dan tentunya pelajaran. Tak ada
yang terjadi secara sia-sia, yang ada itu kita menyia-nyiakan apa saja yang sedang
dan akan terjadi. Bukannya begitu?
Langganan:
Postingan (Atom)




