Ayo Tuliskan!!

Laman

Sabtu, 07 Maret 2015

Bila Tuhan Mau Bertanya?




Dua hari yang lalu aku sempat berasyik ria SMS-an dengan salah satu sahabat dekatku. Ya, sahabat sewaktu masih kuliah dulu. (Sebut saja namanya Mawar, heheh) Sekarang ini kesibukannya adalah bekerja sebagai bidan di sebuah desa. Subhanallah, menurutku. 

Kami saling bertukar kabar seperti biasanya mengawali percakapan. Entah itu bicara sedang apa, sibuk apa sampai pada akhirnya bicara soal tema yang tak pernah kadaluarsa. Tema ini selalu dibahas karena tak ada jatah habisnya. Kalau di zaman dulu hanya pembicaraan orang dewasa sekarang pun anak TK sudah lihai membicarakannya. Apaan tuh? Apalagi kalau bukan cinta. Heheh... iya dong?

Di akhir SMS akhirnya terungkap juga salah satu bait lampiran doa yang sering dia minta. Bukannya bila orang meminta kita mendoakannya itu pertanda ada separuh dari permohonannya kepada Tuhan?

Minggu, 01 Maret 2015

Kalau CINTA Harus Di-X


Kalau emang cinta jangan ditambah (+) atau dikurangi (-) bahkan dibagi (:). Dikali (X) aja CINTA-nya biar hasilnya lebih buanyak. Setuju?

Kalimat ini memang ringan, ringan banget malah. Tapi agak-agak sulit untuk dibuktikan. Kalimat ini muncul nggak tiba-tiba juga. Aku kan si bungsu. Aku paling tak mau kalau cinta ditambah, dikurangi atau dibagi. Bila cinta lebih bisa dikali kenapa sih harus ditambah dan dikurangi atau malah dibagi?

Jauh Di Mata Lengket Di Hati


Nggak terasa udah sebulan jarak jadi sebuah dinding. Tapi tak masalah, yang penting komunikasi tetap jalan. Waktu ini mengingatkan ketika 8 bulan sebelumnya. Kita jauh tapi kedekatan itu ada. Meskipun kedekatannya masih dalam batas nomal. SMS menjadi bahasa penghubung paling efektif. Sekarang BBM. Nelpon?

Minggu, 09 Juni 2013

........

Lihatlah di sana ...
Ada, tapi tak terlihat
Ada, tapi tak terdengar
Ada, tapi tak terasa

Rumahku kini berwarna
Tak lagi hitam ataupun putih. Ada ...

Ya, suatu saat pilihan itu akan ada meskipun
Tak perlu
Tak butuh
Tak ada
Tak satupun
Tak untuk keberapa kali
 

Rabu, 31 Oktober 2012

Empat Dampak Positif Menyantuni Anak Yatim



Hari gini masih mau mikir orang lain? Mungkin malas juga bagi segelintir orang. Efek kapitalisme sekarang makin mewabah hingga mengikis kelembutan hati seseorang untuk bisa saling berbagi. Dengan anak yatim saja kita masih berpikir dulu untuk bisa saling berbagi rezeki, apalagi dengan status lainnya?
Kata orang, menyantuni anak yatim itu berkahnya luar biasa. Ada yang berargumen mendatangkan berkah karena bisa merasa bahagia setelah bisa saling berbagi, ada juga yang mengatakan dengan menyantuni anak yatim baik itu memberikan makan, pakaian, membantu memenuhi kehidupnnya akan dibalas oleh Allah dalam bentuk tunai. Ya, itulah hikmah dicecerkan oleh Allah kepada kita yang masih keras hatinya untuk menyantuni anak yatim.
Nah, sebenarnya apa memang benar menyantuni anak yatim itu punya daya magnet dengan kehidupan kita? Punya daya positifnya? Kalau memang benar lantas apa saja itu? Okelah, karena itulah tulisan ini saya hadirkan buat semua pembaca untuk bisa memetik sebanyak mungkin dampak positif dari menyantuni anak yatim. Berikut cuplikannya: